Lansia di Lamin Telihan Ditemukan Meninggal di Ladang, Penyebab Belum Dipastikan

img

Kondisi A.S saat ditemukan oleh warga. (Tangkapan Layar)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Seorang pria lanjut usia berinisial A.S. (64), warga Desa Lamin Telihan, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ditemukan meninggal dunia di area ladang yang terdapat bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah korban meninggal sebelum kebakaran mencapai lokasi atau mengalami musibah saat berada di sekitar area tersebut.

 

Kepala Desa Lamin Telihan, Albet Antel mengatakan, korban sebelumnya dilaporkan tidak pulang selama dua hari.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, korban biasanya pergi ke ladang untuk mengurus peliharaannya dan sesekali kembali ke desa.

 

Kekhawatiran keluarga bermula ketika seorang warga berinisial D menceritakan pertemuannya dengan korban di ladang. Saat itu, D melihat kondisi korban sudah lemah dan menyarankannya kembali ke Desa.

 

Namun, korban memilih bertahan di ladang karena masih ingin menjaga ayam peliharaannya. Sebelum pulang, D sempat meninggalkan makanan berupa roti di rumah korban.

 

Keesokan harinya, D kembali ke lokasi dan mendapati makanan tersebut masih utuh.

 

Keadaan itu kemudian menjadi salah satu alasan keluarga semakin khawatir hingga memutuskan melakukan pencarian.

 

“Waktu itu keluarga mendapat informasi dari D bahwa korban sempat ditemui di ladang. Setelah dilakukan pencarian, hari pertama belum ditemukan. Baru pada hari berikutnya korban berhasil ditemukan,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (10/10/2026).

 

Penemuan korban di sekitar area bekas kebakaran kemudian memunculkan dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan karhutla.

 

Meski demikian, dugaan itu belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang memastikan penyebab kematian korban.

 

Ia menjelaskan, berdasarkan foto kondisi korban yang dilihatnya, terdapat bekas terbakar pada bagian belakang tubuh hingga kaki. Posisi korban juga disebut membelakangi area bekas kebakaran.

 

Kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan urutan kejadian, termasuk apakah korban masih hidup ketika api mencapai lokasi atau telah meninggal sebelumnya.

 

“Kalau dari kondisi yang terlihat di foto, ada bekas terbakar di bagian belakang tubuh dan kaki. Tetapi untuk memastikan apakah beliau meninggal lebih dulu atau kejadian itu berkaitan dengan kebakaran, saya tidak bisa menyimpulkan,” sebutnya.

 

Selain penyebab kematian, waktu pasti kejadian juga belum diketahui. Hal ini lantaran korban baru dicari setelah dua hari tidak pulang, sehingga waktu ketika korban meninggal tidak dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang diterima pemerintah desa.

 

Ia mengatakan jenazah korban telah dimakamkan. Hingga saat ini, ia mengaku belum menerima informasi mengenai pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian.

 

Ia hanya mendengar adanya koordinasi antara pihak kepolisian dan sekretaris desa terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian maupun penyebab kematian korban. (Kriz)